27 Juni ini aku akan genap berusia 24 tahun..
Tidak tiba-tiba juga aku mengingatnya, toh hal ini sering ada dilintasan pikiranku. Salah seorang anggota keluargaku, lebih tepatnya Ua-ku, begitu aku memanggilnya karena ia adalah orang yang menikah dengan salah seorang kakak bapa kandungku, pernah berkata " di umur 24 Saya telah menjadi kapten"..
Pernahkah kalian berpikir betapa hebatnya itu?? Coba sejenak bayangkan seoarang anak muda, katakanlah begitu..toh memang belum terlalu tua bukan?? Berpakain lengkap seorang kapten, bukan seorang kapten sembarangan..Pilot kawan..Pastilah sangat gagah..Ia berada pada bagian depan awak kapal yang dikemudikannya dengan mesin yang canggih dan luar biasa rumit untuk kita pahami..Ditambah lagi, ia mungkin dikelilingi wanita cantik yakni para pramugari...Pernahkan kalian membandingkannya dengan kehidupan yang kalian jalani? atau mungkin baru sekarang setelah kalian membaca ini?? Atau malah jangan-jangan kalian terlalu asyik dengan kehidupan kalian sendiri...hmmm...Aku selalu memikirkannya..Aku terus saja bertanya..Apa yang sudah kuperbuat yang bisa membuat aku bangga pada umur yang sudah bisa dikatakan matang ini??
Sepekan ini, jujur bukanlah pekan yang baik bagiku...Begitulah aku merasakannya...Mungkin karena aku tak bersyukur akan apa yang Allah berikan..pekan yang berat..penuh dengan emosi yang bercampur-campur dalam hati..Sebenarnya aku mendapatkan 2 berita baik..keduanya berasal dari teman-teman dekatku...
Temanku yang pertama, namanya Ariyani Deboranti Khana..Biasanya aku memanggilnya Debi, memang dia minta namanya dipanggil demikian seingatku dulu......Dia teman satu kosan selama 5 tahun...5 tahun tentu bukan waktu yang sebentar bagi kita untuk mengenal seseorang...Dia anak yang menyenangkan. sangat penuh pengertian. Sastra jepang menjadi pilihannya dalam menyelesaikan studi S1nya. aku merasa memiliki keterikatan padanya karena dulu ketika SPMB aku juga mengambil sastra Jepang sebagai pilihan ke-3. Dia juga penuh semangat, selalu ceria. Jarang sekali aku melihatnya murung. Jika mood nya kkurang baik, seingatku dia hanya akan sulit untuk diganggu, seperti orang yang punya dunianya sendiri. Dia sangat kreatif dan sangat mampu mewujudkan apa yang dia inginkan. Hal yang sering aku ingat adalah bahwa ia akan melakukan apapun, termasuk nonton di Bioskop tanpa seorangpun yang menemani jika memang dia ingin nonton film. Dia bahkan selalu pergi membeli makanan yang dia inginkan walaupun jauh jaraknya. Kalian pasti bisa membayangkan bahwa kebanyakan, kami para mahasiswa, berdalih dengan kehidupan kampus yang membuat kami sibuk tak sempat memilih menu makan yang diinginkan, malah kebanyakan kami hanya akan "titip" begitu istilahnya untuk membeli makan.
Dia sekarang mengambil studi dengan meneruskan ke jenjang S2, UGM jurusan Manajemen. Di minggu inilah aku medapat kabar bahwa ia mendapat beasiswa ke Belanda. Pada awalnya aku kaget, reaksi yang biasa, kemudian perlahan menjadi mempertanyakan. Bukan bertanya tentang bagaimana dia bisa mendapatkannya tapi justru bagaimana aku bisa mendapatkannya sama seperti dia? Bukannya aku tidak berpikir kearah positif. Setiap orang memiliki jalannya sendiri tapi aku hanya berkilah. Ini mungkin mengapa Allah belum mau memberiku rejeki yang sama seperti yang Debi terima. Mungkin aku terlalu banyak berkelih, terlalu banyak mengadu tanpa berusaha, terlalu banyak iri dengan apa yang orang lain dapat.
Satu temanku yang lain namanya Shyntia Awalin Diniawati. Dia juga orang yang menyenangkan. Sangat penuh antusias. Penuh perhitungan dan sangat mengerti serta mampu mewujudkan apa yang dia inginkan. Dia sangat mampu memotivasi orang lain untuk melakukan suatu hal. Dia sama-sama belajar farmasi. Sekarang bekerja di BPOM serang. Dia menulis buku, kamus farmakologi. sesuatu yang bisa membuat kami, para apoteker bangga. karena kami punya tuntunan farkol sendiri, tak usah membuka kamus kedokteran dorlan.
Dari titik inilah aku ingin mengawali hal yang baru. Umur 24-ku akan jadi umur yang mengawali niat baikku untuk kembali menancapkan cita-citaku lagi. Aku igin berkeliling dunia. Aku ingin bisa menulis sebuah buku.Dan semoga Allah menyegerakan jodoh yang baik bagiku...aaaaamiiin