Sabtu, 24 September 2011

Diantara hingarnya "Part of me" - katty perry dan "Letting go" - sean kingston

Kita tak pernah punya ikatan apapun..
Maka kali ini aku membiarkan kau pergi..Aku tak ingin menyakiti hatiku sendiri apalagi hatimu...Kubiarkan saja kau pergi tanpa tahu...

Kau tak mengambil apapun dariku,,,bahkan kau hanya memberi...memberi banyak yang mungkin tak pernah bisa kukembalikan..Maka biarlah untaian doa yang  Iklash menjadi pengganti banyak hal yang kau berikan padamu...

Biarkan begini saja..Biarkan aku tenang...
kubiarkan kau pergi.. 

Sabtu, 18 Juni 2011

Renungan yang mengawali

27 Juni ini aku akan genap berusia 24 tahun..
Tidak tiba-tiba juga aku mengingatnya, toh hal ini sering ada dilintasan pikiranku. Salah seorang anggota keluargaku, lebih tepatnya Ua-ku, begitu aku memanggilnya karena ia adalah orang yang menikah dengan salah seorang kakak bapa kandungku, pernah berkata " di umur 24 Saya telah menjadi kapten"..

Pernahkah kalian berpikir betapa hebatnya itu?? Coba sejenak bayangkan seoarang anak muda, katakanlah begitu..toh memang belum terlalu tua bukan?? Berpakain  lengkap seorang kapten, bukan seorang kapten sembarangan..Pilot kawan..Pastilah sangat gagah..Ia berada pada bagian depan awak kapal yang dikemudikannya dengan mesin yang canggih dan luar biasa rumit untuk kita pahami..Ditambah lagi, ia mungkin dikelilingi wanita cantik yakni para pramugari...Pernahkan kalian membandingkannya dengan kehidupan yang kalian jalani? atau mungkin baru sekarang setelah kalian membaca ini?? Atau malah jangan-jangan kalian terlalu asyik dengan kehidupan kalian sendiri...hmmm...Aku selalu memikirkannya..Aku terus saja bertanya..Apa yang sudah kuperbuat yang bisa membuat aku bangga pada umur yang sudah bisa dikatakan matang ini??

Sepekan ini, jujur bukanlah pekan yang baik bagiku...Begitulah aku merasakannya...Mungkin karena aku tak bersyukur akan apa yang Allah berikan..pekan yang berat..penuh dengan emosi yang bercampur-campur dalam hati..Sebenarnya aku mendapatkan 2 berita baik..keduanya berasal dari teman-teman dekatku...

Temanku yang pertama, namanya Ariyani Deboranti Khana..Biasanya aku memanggilnya Debi, memang dia minta namanya dipanggil demikian seingatku dulu......Dia teman satu kosan selama 5 tahun...5 tahun tentu bukan waktu yang sebentar bagi kita untuk mengenal seseorang...Dia anak yang menyenangkan. sangat penuh pengertian. Sastra jepang menjadi pilihannya dalam menyelesaikan studi S1nya. aku merasa memiliki keterikatan padanya karena dulu ketika SPMB aku juga mengambil sastra Jepang sebagai pilihan ke-3. Dia juga penuh semangat, selalu ceria. Jarang sekali aku melihatnya murung. Jika mood nya kkurang baik, seingatku dia hanya akan sulit untuk diganggu, seperti orang yang punya dunianya sendiri. Dia sangat kreatif dan sangat mampu mewujudkan apa yang dia inginkan. Hal yang sering aku ingat adalah bahwa ia akan melakukan apapun, termasuk nonton di Bioskop tanpa seorangpun yang menemani jika memang dia ingin nonton film. Dia bahkan selalu pergi membeli makanan yang dia inginkan walaupun jauh jaraknya. Kalian pasti bisa membayangkan bahwa kebanyakan, kami para mahasiswa, berdalih dengan kehidupan kampus yang membuat kami sibuk tak sempat memilih menu makan yang diinginkan, malah kebanyakan kami hanya akan "titip" begitu istilahnya untuk membeli makan.

Dia sekarang mengambil studi dengan  meneruskan ke jenjang S2, UGM jurusan Manajemen. Di minggu inilah aku medapat kabar bahwa ia mendapat beasiswa ke Belanda. Pada awalnya aku kaget, reaksi yang biasa, kemudian perlahan menjadi mempertanyakan. Bukan bertanya tentang bagaimana dia bisa mendapatkannya tapi justru bagaimana aku bisa mendapatkannya sama seperti dia? Bukannya aku tidak berpikir kearah positif. Setiap orang memiliki jalannya sendiri tapi aku hanya berkilah. Ini mungkin mengapa Allah belum mau memberiku rejeki yang sama seperti yang Debi terima. Mungkin aku terlalu banyak berkelih, terlalu banyak mengadu tanpa berusaha, terlalu banyak iri dengan apa yang orang lain dapat.

Satu temanku yang lain namanya Shyntia Awalin Diniawati. Dia juga orang yang menyenangkan. Sangat penuh antusias. Penuh perhitungan dan sangat mengerti serta mampu mewujudkan apa yang dia inginkan. Dia sangat mampu memotivasi orang lain untuk melakukan suatu hal. Dia sama-sama belajar farmasi. Sekarang bekerja di BPOM serang. Dia menulis buku, kamus farmakologi. sesuatu yang bisa membuat kami, para apoteker bangga. karena kami punya tuntunan farkol sendiri, tak usah membuka kamus kedokteran dorlan.

Dari titik inilah aku ingin mengawali hal yang baru. Umur 24-ku akan jadi umur yang mengawali niat baikku untuk kembali menancapkan cita-citaku lagi. Aku igin berkeliling dunia. Aku ingin bisa menulis sebuah buku.Dan semoga Allah menyegerakan jodoh yang baik bagiku...aaaaamiiin

Rabu, 18 Mei 2011

Yang paling menyakitkan setelah kehilangan

Jam 02.45 dini hari jum'at tanggal 5 Mei 2011...
aku sedang berpikir tentang nasib...bagaimana manusia dipermainkan olehnya...karena sebuah tayangan..tak ayal film Taiwan berjudul "wish to see you again" yang dibintangi Vic zhou kadang membuat penasaran..walaupn pada kenyataan aku sangatlah tahu bahwa ini hanyalah sebuah rekaan...


renungan itu tiba2 terputus karena dering telpon yang sebenarnya sangat mengagetkan untuk berdering dipagi hari..tapi secara naluriah aku tahu akan ada berita apa disana...dan benar saja memang sebuah berita yang sudah kuduga...tapi penyangkalan selalu saja hadir dalam hati..kenapa harus sekarang Allah..kenapa tak esok saja saat aku libur?? hahhhhh...berani2 nya aku mementang takdir yang telah ditetapkan...bahkan sebelum aku mewujud dalam bentuk manusia..


nada suaraku tenang...pikirankupun tak banyak berputar..hanya iya yang bisa aku jawab dengan apapun yang ibu katakan...menimbang...itulah yang aku lakukan...lalu memproses....kemudian barulah merasakan...beberapa detik sebelum ibu menutup telpon baru aku menangis...

pun hingga acara di tivi berganti...tak banyak yang aku pikirkan, bahkan aku sempat tertidur lagi..hanya sedikit penat...itu saja yang aku ras...matakupun sedikit bengkak...tak banyak menyisakan hal yang bisa memberikan bukti bahwa pernah ada tangis pecah disana...

sungguh luar biasa...aku mengarungi ritual pagi tanpa banyak babibu...mandi, ganti baju dan sarapan...bahkan sempat aku menimbang untuk tidak mengatakannya pada ibu kosan...hanya saja tak etis kupikir...
hanya kata-kata ini yang kuingat  saat ibu kosan berkata : "nya kitu neng maotmah...ngadodoho...jiga arisan..nunggu giiliran da sadayana ge pasti"...serta banyak kata lain yang intinya pernyataan turut berduka...hingga saat itu, aku masih mempertanyakan: "apa yang paling menyakitkan dari sebuah kehilangan?"

menyalakan komputer...itulah pasti yang harus aku lakukan saat tiba di ruangan mungil yang berisi 6 orang wanita perkasa...tapi pagi ini beda...aku hanya ingin bercerita...

Tiba2 aku menghampiri Dewi, rekan kerja sekaligus kawan karib sewaktu kuliah...saat beberapa patah kata itu keluar, kerongkonganku tercekat, air di pelupuk mata langsung menggantung...aku berpikir....

dengan aktivitas yang padat karena audit POM pagi ini untuk PHC, tak mungkin aku meninggalkan kewajibanku begitu saja...aku ikuti juga ritual doa dan shraing pagi...kali ini kang Sugi yang memimpin...amal yang dilakukan sedikit tapi terus menerus lebih baik ketimbang yang banyak namun tidak konsisten...itu yang aku ingat...

sebuah gerakan tiba2...keruudung coklat...hanya itu yang aku ingat...membuat ibu pre mengumumkan juga bahwa peristiwa hari ini teradi...air mataku ternyata tak mampu ku bendung...bahkan nada bicarakupun sudah tak karuan...ijin pulang...kawan2 rekan kerjaku menyarankannya...alhamdulilah...disinilah aku sangat merasa kagum luar biasa..dengan keadaan yang menimpaku, kelurga baruku sangatlah mendukungku...inilah satu hal baik yang Allah kirim padaku dan mampu aku rasakan serta kuhitung, entah dengan banyak yang lainnya...


DAMRI kota baru. alun-alun, alhamdulilah datang cepat..banyak pikiran yang bergelayut dalam pikiran..bahkan ada sedikit kesal disana.kenapa tidak dari tadi pagi saja aku langsung pergi? tanpa harus kekantor dulu..ibu selalu mengingatkan agar selalu kontek dengan bapa...masalahnya ada pada jenazah akan dikubur setelah sholat jumat sehingga harus berangkat jam 10 dari al-islam...

Alhamdulilah lagi.aku sampai tepat waktu..bahkan aku sempat melihat jenazah yang telah dikafani..tapi aku langsung berkumpul di parkrian untuk berangkat ke sukarame, tempat akan dimakamkannya jenazah...tangis haru sempat merebak tapi tak banyak yang bergelayut di pikiranku...perjalanan menuju sukarame pun diwarnai banyak hal...mulai dari iring-iringan yang berpencar sampai kicauan kecil karena jalan yang jelek..

sampai proses pemakaman berlangsung....masih saja tak banyak hal yang aku pikirkan tentang hal yang paling menyakitkan...

Jadi....apa yang sebenarnya paling menyakitkan setelah kehilangan???

Selasa, 10 Mei 2011

memaksakan diri untuk berubah dari auditorial menjadi visual

kata orang, dunia kerja adalah dunia yang sebenarnya...
iyakah?? *aksen batak mode on..

disini kita memang banyk belajar..begitu setidaknya yang aku jalani 2 bulan ini...
lebih keras dari dunia kuliah? yappp...exactly true...
hanya saja aku teringat kembali kata-kata " yang menang adalah yang paling bisa beradaptasi"

...mau tak mau, dipungkiri atau tidak aku ikut terlibat didalamnya...huwaaaa....
teringat jaman SD dan SMA...karena seringnya pindah SD, aku sampai muak untuk menjalin pertemanan..alhasil aku jadi orang yang bersahabat sejati dengan buku...kalau SMA sih lebih klise lagi ceritanya..susah kali dapt rangking 1...begituuuu....

dari situ aku berpikir bahwa aku adalah orang yang tidak adaptif...
tapi kok hasil psikotest mengataka sebalikny..aku orang yang adaptif tapi percepatannya sangat lambat..
termakan karma yang mengatai bahwa aku termasuk orang yang sangat mudah bosan..
seperti juga sekarang...sebulan pertama kerja, ngedumel tiap waktu adaah cemilan ringan...hihihih...

6 bulan berpetualang mencari pekerjaan membuat aku terbiasa untuk wara-wiri..sementara untuk pekerjaan sekarang ini, hanya otakku saja yang berlari kesana kemari..

biasanya aku belajar dengan mendengar penjelasan...sekarang aku mencari sendiri...dan memang tak ada sistem yang bisa aku buat agar orang mau mengajarkan padaku...hanya satu yang bisa membuat aku bertahan...tujuan...hufhhhh...lagi2 itu...karena memang begitu....

oleh karenanya aku memaksakan diri berubah...harus mau berubah..demi adaptasi ini...
Ya Allah, mudahkanlah...berikan kekuatan padaku untuk tetap bertahan...

depan pintu saat partner kerjaku bertanya sekaligus menjawab pertanyaannya sendiri..

Rabu, 04 Mei 2011

Apa yang paling cepat membuat orang untuk bergerak??

Kebanyakan mungkin menjawab rasa takut...
karena memang rasa takut mampu membuat kita mengerahkan seluruh kemampuan kita..



tapi mungkin bukan itu..yang membuat kita tetap berdiri setiap pagi..bertahan dalam jutaan kemelut yang tak kunjung surut..melainkan karena sebuah tujuan...

nah inilah yang paling seru untuk diteliti...
hendak kemana kaki ini kita langkahkan dengan keadaan "terus bergerak" yang kita lakukan..

seorang kawan berkata: "hanya ada 2 tujuan besar masnusia hidup..Neraka atau Syurga"
selangkah kemudian aku menajdi berpikir keras...dia melanjutkan ucapannya..."Syurga itu milik setiap orang..dapat diraih sesuai dengan kemampuan yang kita miliki..dan ketika hal yang kita lakukan sekarang diawali dengan niat besar untuk mencapai Syurga, mengapa harus merasa terpakasa dan tertekan??..Detailkan saja apa yang kamu kerjakan..dengan tetap fokus ada tujuan besar kamu..

hmmmm...akhirnya..dengan pagi yang cukup menyesakkan dada ini, aku kembali tersenyum...Syurga...itu saja yang bisa terus mebuatku bergerak tanpa paksaan...terus berjalan melawan hantaman hidup yang datang bertubi... dari setiap perjalan ini, akan aku dapati pendewasaan, kebijaksanaan, kemandirian dan makin teguhnya ketetapan hati ini untuk terus berjalan...demi satu tujuan besar itu...

dan aku tak perlu hiraukan kekurangan yang orang lain miliki...tak perlu juga tertipu dengan kebaikan diri...inilah aku apa adanya bergerak untuk menggapai syurga...aaaaamiiiinnnn


Padaarang, 5 Mei 2011
Dipojok ruangan saat mesin printer merengek minta diistirahatkan

Rabu, 13 April 2011

setiap kali aku melihatmu, pasti kau sedang tersenyum..tapi kenapa kali ini tidak??

rrrrrrrrr......

itu bukan suara dinginnya angin pagi ini tapi tapi deru semangat membara yang tiba2 muncul...
bukan tiba2...karena aku yakin tak ada sesuatu yang kebetulan...tapi aku usahakan untuk terus membara beberapa waktu ini...

setelah aku membolak-balik...mengutak-atik...susun-uraikan....(hahaha bahasanya mulai alay), telah sampailah aku pada satu titik yang aku jamin bukanlah sebuah akhir...begini aku mengatakannya...

life is NEVER ENDING task ...

aku...seringkali mencari saat yang paling baik untuk memaknai dengan berusaha berhenti sejenak agar aku bisa melihat semuanya dengan tenang dan fokus..padahal hidup terus berjalan kencang...wusssss..wusssssss...wusssssss....sumpah kenceng banget....

ini kata2 pak mario teguh:

Berlari adalah keadaan hampir jatuh.
...
Hanya orang yang menjaga tubuhnya
dalam keadaan hampir jatuh,
yang akan maju dengan kecepatan lari.

Stabilitas pribadi tidak sesuai bagi orang muda.

Orang muda memang harus labil,
karena itu sifat asli kemudaanmu,
yang memang harus maju dengan kecepatan tinggi.

Khan, katanya mau berhasil semuda mungkin?

kocak ya?? soalnya sering banget kita pengen stabil...normal..tenang..tapi kita pengen dewasa...pengen makin bijaksana...pengen makin kuat...

Selasa, 12 April 2011

alas duduk

at a glimples...


seringnya sih begitu...aku sering dapat inspirasi dalam "kilasan"...biasanya kalo lagi baca status orang terutama di jejaring sosial...dan yang satu ini sangat menarik perhatianku...kata2nya begini:

Pemenang membandingkan prestasinya dengan tujuan mereka,  
sedangkan pecundang membandingkan prestasinya dengan pencapaian orang lain..

aku hanya coba mengurai darimana ini berawal..kurasa lingkunganlah yang paling banyak membentukku...
aku merasa orang2 mendorongku hingga aku harus berdiri pada suatu posisi berpikir..padahal mungkin mereka tak bermaksud begitu...bukan saja tentang "dunia baru" yang aku masuki tapi juga desakan lain yang katanya sih "sudah waktunya" untuk dipikirkan dan dipertimbangkan...

asyiknya ketika aku berpikir bahwa "Aku pasti berhasil" mengingat bahwa tiap orang pasti punya tujuan dan jalan yang berbeda dalam hidupnya...tapi kemudian aku terhempas dalam dogma dan paradigma berhasil yang dibuat manusia....

aaaaahhhhh....akhirnya aku berpikir lagi...lagi...dan lagi...dan belum akan berakhir...
  
yang pasti kubiarkan saja seperti itu...menggantung sejenak..karena waktu mulai merajuk, memaksaku untuk segera mandi...hihihihii....saatnya kembali bekerjaaaaaa......