Jam 02.45 dini hari jum'at tanggal 5 Mei 2011...
aku sedang berpikir tentang nasib...bagaimana manusia dipermainkan olehnya...karena sebuah tayangan..tak ayal film Taiwan berjudul "wish to see you again" yang dibintangi Vic zhou kadang membuat penasaran..walaupn pada kenyataan aku sangatlah tahu bahwa ini hanyalah sebuah rekaan...
renungan itu tiba2 terputus karena dering telpon yang sebenarnya sangat mengagetkan untuk berdering dipagi hari..tapi secara naluriah aku tahu akan ada berita apa disana...dan benar saja memang sebuah berita yang sudah kuduga...tapi penyangkalan selalu saja hadir dalam hati..kenapa harus sekarang Allah..kenapa tak esok saja saat aku libur?? hahhhhh...berani2 nya aku mementang takdir yang telah ditetapkan...bahkan sebelum aku mewujud dalam bentuk manusia..
nada suaraku tenang...pikirankupun tak banyak berputar..hanya iya yang bisa aku jawab dengan apapun yang ibu katakan...menimbang...itulah yang aku lakukan...lalu memproses....kemudian barulah merasakan...beberapa detik sebelum ibu menutup telpon baru aku menangis...
pun hingga acara di tivi berganti...tak banyak yang aku pikirkan, bahkan aku sempat tertidur lagi..hanya sedikit penat...itu saja yang aku ras...matakupun sedikit bengkak...tak banyak menyisakan hal yang bisa memberikan bukti bahwa pernah ada tangis pecah disana...
sungguh luar biasa...aku mengarungi ritual pagi tanpa banyak babibu...mandi, ganti baju dan sarapan...bahkan sempat aku menimbang untuk tidak mengatakannya pada ibu kosan...hanya saja tak etis kupikir...
hanya kata-kata ini yang kuingat saat ibu kosan berkata : "nya kitu neng maotmah...ngadodoho...jiga arisan..nunggu giiliran da sadayana ge pasti"...serta banyak kata lain yang intinya pernyataan turut berduka...hingga saat itu, aku masih mempertanyakan: "apa yang paling menyakitkan dari sebuah kehilangan?"
menyalakan komputer...itulah pasti yang harus aku lakukan saat tiba di ruangan mungil yang berisi 6 orang wanita perkasa...tapi pagi ini beda...aku hanya ingin bercerita...
Tiba2 aku menghampiri Dewi, rekan kerja sekaligus kawan karib sewaktu kuliah...saat beberapa patah kata itu keluar, kerongkonganku tercekat, air di pelupuk mata langsung menggantung...aku berpikir....
dengan aktivitas yang padat karena audit POM pagi ini untuk PHC, tak mungkin aku meninggalkan kewajibanku begitu saja...aku ikuti juga ritual doa dan shraing pagi...kali ini kang Sugi yang memimpin...amal yang dilakukan sedikit tapi terus menerus lebih baik ketimbang yang banyak namun tidak konsisten...itu yang aku ingat...
sebuah gerakan tiba2...keruudung coklat...hanya itu yang aku ingat...membuat ibu pre mengumumkan juga bahwa peristiwa hari ini teradi...air mataku ternyata tak mampu ku bendung...bahkan nada bicarakupun sudah tak karuan...ijin pulang...kawan2 rekan kerjaku menyarankannya...alhamdulilah...disinilah aku sangat merasa kagum luar biasa..dengan keadaan yang menimpaku, kelurga baruku sangatlah mendukungku...inilah satu hal baik yang Allah kirim padaku dan mampu aku rasakan serta kuhitung, entah dengan banyak yang lainnya...
DAMRI kota baru. alun-alun, alhamdulilah datang cepat..banyak pikiran yang bergelayut dalam pikiran..bahkan ada sedikit kesal disana.kenapa tidak dari tadi pagi saja aku langsung pergi? tanpa harus kekantor dulu..ibu selalu mengingatkan agar selalu kontek dengan bapa...masalahnya ada pada jenazah akan dikubur setelah sholat jumat sehingga harus berangkat jam 10 dari al-islam...
Alhamdulilah lagi.aku sampai tepat waktu..bahkan aku sempat melihat jenazah yang telah dikafani..tapi aku langsung berkumpul di parkrian untuk berangkat ke sukarame, tempat akan dimakamkannya jenazah...tangis haru sempat merebak tapi tak banyak yang bergelayut di pikiranku...perjalanan menuju sukarame pun diwarnai banyak hal...mulai dari iring-iringan yang berpencar sampai kicauan kecil karena jalan yang jelek..
sampai proses pemakaman berlangsung....masih saja tak banyak hal yang aku pikirkan tentang hal yang paling menyakitkan...
Jadi....apa yang sebenarnya paling menyakitkan setelah kehilangan???